Pekalongan Barat Kembangkan Pembangunan Dengan Banyak Inovasi

Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan memiliki potensi bisnis, perdagangan, dan jasa yang yang bagus. Selain menjadi pusat perkantoran di Kota Pekalongan, banyak usaha perhotelan dan perbankan yang tumbuh, bahkan penduduk produktifnya mencapai 66,58%. Kecamatan Pekalongan Barat dalam membangun wilayahnya tak hanya membangun secara fisik tetapi juga dengan kegiatan nonfisik.

Sebagai pendukung perkembangan daerah, Wilayah Kecamatan Pekalongan Barat memiliki jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebanyak 242 UMKM didukung banyaknya komunitas-komunitas seni, bisnis, dan relawan.

Camat Pekalongan Barat, Drs Muchammad Natsir Msi mengungkapkan bahwa luas wilayah cakupannya 10,5 kilometer ini memiliki jumlah penduduk 47.907 laki-laki dan 46.745 perempuan. “Sebagai wilayah cekungan yang terkena dampak rob/banjir yakni Kelurahan Pasirkratonkramat dan Kelurahan Tirto dengan total luas 2,6 kilometer Kecamatan Pekalongan Barat memprioritaskan pembangungan dan perbaikan infrastruktur,” tutur Natsir.

Bahkan dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pekalongan Barat usulan kegiatan fisik masih mendominasi melihat banyaknya kebutuhan kelurahan dalam infrastruktur, salah satunya adalah mengatasi banjir dan rob. “Ada sebanyak 529 usulan fisik dan 99 usulan nonfisik dengan total 628 usulan. Usulan ini sudah masuk dalam aplikasi Simral Kota Pekalongan, dan kami paparkan lima usulan prioritas tiap kelurahan di Kecamatan pekalongan Barat,” terang Natsir.

Dengan mencakupi tujuh kelurahan yakni Medono, Pasirkratonkramat, Tirto, Bendan Kergon, Sapuro Kebulen, Podosugih, dan Pringrejo, Natsir menginisiasi usulan Kampung Nono Larahan (Kanolar) untuk menciptakan lingkungan bersih dengan pengelolaan sampah yang baik. “Ini jadi salah satu usulan nonfisik yang ingin kami terapkan di kelurahan yang ada di Kecamatan Pekalongan Barat, tentu harus didukung oleh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk penanganan dekomposisi sampah dan Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan untuk menangani pertanian,” jelas Natsir.