Musypimwil Muhammadiyah jateng 2019 Digelar di Kota Pekalongan

Kota Pekalongan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah Jawa Tengah tahun 2019 yang dibuka di Gedung Olah Raga (GOR) Jetayu Kota Pekalongan, Sabtu (9/3/2019). Kegiatan yang mengusung tema Konsolidasi Politik Kebangsaan dan Ekonomi Keumatan ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin dihadiri Kapolda Jawa Tengah, Komandan Komando Daerah Militer IV/Diponegoro Jawa Tengah, Pengurus Wilayah Muhammadiyah se-Jateng, Walikota Pekalongan, dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Pekalongan. oleh Pengurus Pusat Muhammadiyah. Muspimwil pleno Muhammadiyah Jateng ini diikuti oleh perwakilan dari majelis dan lembaga sebanyak 240 orang.

Sebagai tuan rumah, Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz menyambut baik kegiatan Musypimwil Muhammadiyah Jateng ini. Saelany berharap program yang akan dibahas nantinya dapat memberikan manfaat bagi seluruh umat dan kesejahteraan masyarakat Jateng pada umumnya dan Kota pekalongan khususnya.

Pada tahun politik ini Saelany juga berpesan agar masyarakat senantiasa meningkatkanMusypimwil Muhammadiyah jateng 2019 Digelar di Kota Pekalongan kepeduliannya terhadap sesame. “Muhammadiyah telah menyampaikan pesan islam yang damai, oleh karena itu pertemuan pada hari ini semoga menjadi momentum kebersamaan di tengah hiruk pikuk tahun politik. Muhammadiyah selalu menggelorakan dakwah yang santun amal yakni makruf nahi mungkar. Perbedaan pilihan tidak meregangkan persaudaraan kita, tetap jaga toleransi dan sikap kita,”tutur Saelany.

Wagub Jateng, Taj Yasin mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Ini menjadi media konsolidas, musyawarah, dan diskusi terkait permasalahan sosial. Sikap intoleransi, budaya apatis dan hedonis menjadi tugas yang harus diselesaikan. “Pada pesta demokrasi ini merebaknyaMusypimwil Muhammadiyah jateng 2019 Digelar di Kota Pekalongan penyebaran hoaks dan isu sara yang menggores persatuan dan kesatuan bernegara. “Organisasi besar seperti Muhammadiyah punya tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan, tetap menjaga Indonesia dari paham yang merusak, selalu menciptakan kedamaian,” tegas Yasin.

Yasin menambahkan, bahwa toleransi, keseimbangan, dan keadilan hal yang harus selalu dikampanyekan. “Kemajuan teknologi informasi sudah tidak terbendung, kita tidak boleh memukul tapi merangkul, bersikap ramah, damai, anti kekerasan, dan penuh cinta kasih. Muhammadiyah harus menjadi garda terdepan benteng pertahanan NKRI,” tandas Yasin.

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta semua pihak untuk mengakhiri semakin maraknya penyebaran hoaks. Karena hoaks dinilai meruntuhkan sendi-sendi kehidupan berbangsa. “Dalam agama Islam berbohong tidak dibenarkan, saya mengimbau agar seluruh masyarakat ikut melawan dan tidak memberikan toleransi sedikit pun kepada hoaks,” pungkas Haedar.