Lalu Lintas di Pantura Kota Pekalongan Dinilai Masih Lancar

Dinas Perhubungan (Dinhub) Kota Pekalongan sejak H-7 hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri 1440 H telah melaksanakan pemantauan penghitungan lalu lintas di jalur Pantura yang melintas di Kota Pekalongan, tepatnya di depan Terminal Kota Pekalongan sebagai posko induk Dinas Perhubungan. Usai puncak arus balik yang terjadi pada tanggal 8 Juni kemarin, Dinhub menilai lalu lintas pantura Kota Pekalongan masih lancar terkendali.

Kepala Dinhub Kota Pekalongan melalui Kepala Bidang Lalu Lintas, Muhamad Restu Hidayat SsiT MT mengatakan bahwa hingga saat ini para petugas masih siaga melakukan penghitungan lalu lintas (traffic counting) selama 24 jam dan pantauan melalui Area Traffic Control System (ATCS).

Diterangkan Restu, puncak arus balik telah terjadi pada H+3 lebaran atau tepatnya pada tanggal 8 Juni kemarin dimana total volume kendaraan mencapai 54.561 kendaraan yang melintas di jalur Pantura Kota Pekalongan yang didominasi oleh kendaraan motor dan mobil pribadi.

“Sejak diberlakukannya one way di tol baik dari arah barat maupun timur berpengaruh sekali terhadap jumlah kendaraan yang melewati jalur pantura Kota Pekalongan. Volume kendaraan didominasi oleh kendaraan sepeda motor sekitar 32.106, mobil pribadi 19.619. Untuk arah ke Semarang juga masih cukup tinggi. Pada tanggal 9 Juni kemarin terjadi puncak juga dari Jakarta ke Semarang yang melewati 48.975 kendaraan dalam waktu 24 jam yang juga masih didominasi sepeda motor 20.074, dan mobil pribadi sekitar 24.597,” terang Restu saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/6/2019).

Menurut Restu, dibandingkan tahun sebelumnya, volume kendaraan dari Jakarta ke Semarang maupun Semarang ke arah Jakarta selama arus mudik dan balik lebaran mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Dibandingkan tahun sebelumnya, volume kendaraan dari Semarang ke arah Jakarta (arus balik) lebih tinggi. Terhitung sampai dengan hari H+2, pada tahun 2018 yang melewati sebanyak 46.923 kendaraan sedangkan tahun ini di 2019 terjadi peningkatan menjadi 54.561 kendaraan, ada peningkatan sekitar hampir 8.000 kendaraan. Sedangkan, pada H+4 dari arah Jakarta ke Semarang 49 ribuan, H+3 hingga H+4 sebesar 52.385 ke arah Jakarta. Untuk ke Semarang terjadi peningkatan pada H+4, tahun kemarin H+4 di hari yang sama ada jumlah 43.042 ribuan kendaraan, pada tahun sekarang melonjak menjadi 48.975 sehingga ada peningkatan hampir 6000 kendaraan lebih dari tahun kemarin,” papar Restu.

Dituturkan Restu, meningkatnya volume kendaraan dikarenakan sudah diberlakukannya dari arah timur Tol Kalikangkung ke arah barat (Jakarta) menjadi one way sehingga kendaraan dari arah barat maupun timur dialihkan ke jalur pantura.

“Kami Dinhub Kota Pekalongan sudah mengantisipasinya. Alhamdulillah, selama kurun waktu hingga saat ini tidak terjadi kemacetan total hanya terjadi antrian yang cukup ramai di sekitar Jalan Gajah Mada dari Tirto hingga depan stasiun dikarenakan adanya crossing yang menuju ke Utara, kami telah melakukan penutupan, penarikan lewat traffic control system kami. Di Pantura Alhamdulillah masih lancar, sepanjang pantura sudah kami pantau lewat ATCS dengan dibantu 42 petugas setiap hari yang berjaga 24 jam. Adanya one way system ini bagi Kota Pekalongan, para pemudik bisa beristirahat di rest area kita terutama di Pasar Grosir Batik Setono, pom bensin, rumah makan di Kota Pekalongan,” jelas Restu.