Izin habis, Satpol PP Tertibkan Sejumlah Reklame Insidentil di Jalan Protokol

Pemerintah Kota Pekalongan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus melakukan operasi rutin di sejumlah jalan protokol di Kota Pekalongan untuk menertibkan seluruh reklame insidentil yang telah habis pajak dan melanggar aturan, Senin siang (9/9/2019).
 
Kepala Seksi Penindakan dan Pemberdayaan PPNS, Sapto Widiaspono SH mengungkapkan para pelaku usaha yang memasang reklame yang melanggar aturan ini sebelumnya telah diperingatkan beberapa kali oleh petugas Satpol namun tidak mengindahkan peringatan tersebut, sehingga tindakan tegas dilakukan Satpol PP untuk mencopot reklame maupun media iklan visual lainnya.
 
Menurut Sapto, penertiban yang dilakukannya bersama anggotanya berdasar pemasangan reklame yang tidak mengantongi izin dan papan reklame yang melanggar aturan seperti izin habis.
 
“Untuk hari ini kami operasi penertiban reklame insidentil yakni habis pajak, salah penempatan, terikat di tiang listrik, pohon sehingga terpaksa kami copot. Ada juga beberapa reklame tetap yang sudah lama kami peringatkan untuk membayar pajak dengan berkoordinasi BKD, namun oleh pelaku usaha digubris sehingga kami tertibkan untuk menciptakan keindahan kota,” ucap Sapto.
 
Disampaikan Sapto, adapun sasaran lokasi operasi penertiban reklame diantaranya Jalan Hayam Wuruk, Hasanuddin, Sultan Agung, Semarang, Kawasan Sorogenen, Salak, Bandung, dan Manggis.
 
“Penertiban reklame ini telah sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Reklame dan Perda Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame dimana reklame yang belum membayar pajak, wajib ditertibkan. Kami memang rutin menggelar penertiban reklame yang dianggarkan dalam DPA sebanyak seminggu sekali baik penertiban reklame insidentil maupun permanen, dengan rutin patroli. Selain itu, ada yang salah pemasangan, melintang ke jalan kami lepas dan reklame kegiatan yang telah berlalu juga kami copot,” tutur Sapto.
 
Sapto menambahkan sebanyak 15 Personil diterjunkan termasuk melibatkan tenaga Satpol PP yang baru untuk memberikan pengenalan mengenai pelanggaran-pelanggaran yang harus ditertibkan.
 
“Kami berharap kedepannya pemilik reklame sadar untuk membayar pajak, penempatannya juga tidak menyalahi aturan, tidak mengganggu ketertiban terutama di sejumlah jalan protokol,tidak menutupi traffic light dan tidak membuat kumuh kota,” tandas Sapto.