Groundbreaking KKMP Sokoduwet, Menkop Optimis Koperasi Kelurahan Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga Kota Pekalongan

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan bersama Kementerian Koperasi Republik Indonesia resmi memulai pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) melalui kegiatan groundbreaking di Kelurahan Sokoduwet, Kecamatan Pekalongan Selatan, Sabtu (13/12/2025). Pembangunan ini menjadi tonggak awal penguatan ekonomi berbasis kerakyatan yang diharapkan mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya.
Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, yang hadir langsung menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peletakan batu pertama KKMP Sokoduwet yang menjadi salah satu dari 27 kelurahan di Kota Pekalongan yang siap membangun Koperasi Kelurahan Merah Putih. Ia menegaskan bahwa, pembangunan koperasi ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga unsur TNI dan Polri.
“Alhamdulillah hari ini kami melaksanakan acara peletakan batu pertama di Kelurahan Sokoduwet yang menjadi salah satu dari 27 kelurahan yang akan dibangun Koperasi Kelurahan Merah Putih-nya. Tempat ini disediakan oleh Pemkot Pekalongan dan dikerjakan secara kolaboratif. Pak Dandim dan Pak Kapolres juga ikut membantu,” ungkap Menkop Ferry Juliantono.
Menurutnya, dari groundbreaking tersebut akan dibangun sarana fisik berupa gudang, gerai, serta berbagai fasilitas pendukung beserta alat kelengkapannya. Pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu tiga hingga empat bulan ke depan, sehingga koperasi dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Insyaallah dari peletakan batu pertama ini akan terbangun bangunan fisik gudang, gerai, dan sarana pendukung lainnya. Kurang lebih tiga sampai empat bulan ke depan selesai, dan setelah itu siap operasional. Kami dari kementerian akan mendukung penuh pelatihan SDM pengurus dan pengelola, termasuk digitalisasi dan aspek lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menkop Ferry menegaskan bahwa manfaat KKMP Sokoduwet tidak hanya dirasakan oleh anggota koperasi di tingkat kelurahan, tetapi juga oleh masyarakat se-Kota Pekalongan bahkan wilayah sekitarnya. Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) pun akan dilibatkan sebagai pendamping dan “bapak angkat” dalam mendukung operasionalisasi koperasi di seluruh kelurahan di Kota Pekalongan.
Adapun fasilitas yang direncanakan hadir di Koperasi Kelurahan Merah Putih antara lain penyediaan bahan kebutuhan pokok (sembako), gudang logistik, apotek dan klinik, lembaga keuangan mikro, hingga sarana transportasi pendukung. Selain itu, koperasi juga membuka ruang bagi pengembangan berbagai unit usaha lain seperti kuliner, kerajinan, dan sektor ekonomi kreatif.
“Saya juga mengharapkan kepada Pak Wali Kota agar pelaku UMKM di Kota Pekalongan bisa memproduksi barang-barangnya dan dijual di gerai koperasi yang dikelola secara retail modern. Koperasi ini harus menjadi rumah bersama bagi produk-produk lokal,” tegas Menkop.
Secara nasional, Ferry Juliantono menyebutkan bahwa, program Koperasi Merah Putih terus berjalan masif. Saat ini, hampir 27 ribu koperasi telah siap dan sedang dibangun, dengan ketersediaan lahan mencapai lebih dari 30 ribu titik di seluruh Indonesia. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan evaluasi, terutama di wilayah yang terdampak bencana.
“Ini bagian dari ikhtiar kita menuntaskan cita-cita para pendiri Republik Indonesia agar koperasi kembali menjadi soko guru perekonomian nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf menyampaikan bahwa, kesiapan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kota Pekalongan sejatinya telah dipersiapkan sejak lama. Seluruh pengurus koperasi di 27 kelurahan disebut sudah siap menjalankan program strategis nasional tersebut.
“Semua 27 kelurahan sudah siap sejak lama. Ini tinggal menunggu kesempatan dan momentum. Kebetulan agenda Pak Menteri ke Kota Pekalongan sekaligus untuk seminar digitalisasi koperasi, sehingga bisa langsung dilaksanakan groundbreaking,” ujar Wali Kota Aaf.
Ia juga mengapresiasi dukungan Kodim 0710/Pekalongan yang turut membantu menyiapkan lokasi pembangunan. Mengingat keterbatasan lahan di wilayah perkotaan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar program ini tetap berjalan optimal.
“Kota Pekalongan ini lahannya terbatas. Ada beberapa lokasi yang ternyata milik BUMN. Ini akan terus kami komunikasikan. Pak Menteri juga sudah menyampaikan kesiapan untuk membantu koordinasi dengan BUMN. Yang terpenting, target kita Koperasi Merah Putih di Kota Pekalongan harus berjalan dan operasional,” tegasnya.
Terkait dampak ekonomi, Wali Kota Aaf menilai kehadiran Koperasi Merah Putih akan memberikan efek positif bagi hampir seluruh sektor, mulai dari UMKM, penyediaan sembako, hingga potensi kolaborasi dengan program strategis lain seperti MBG. Meski Kota Pekalongan tidak memiliki lahan pertanian luas, peluang kolaborasi tetap terbuka dan akan dikaji secara bertahap.
“Yang penting tidak memaksakan, tapi bisa saling menguatkan. UMKM di Kota Pekalongan jumlahnya sangat banyak dan semuanya harus terakomodir. Koperasi ini menjadi wadah bersama untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” tandasnya.
Dengan dimulainya pembangunan KKMP Sokoduwet, ia optimistis Koperasi Kelurahan Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
"Koperasi Merah Putih akan jadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi nasional,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF