Dinilai Baik, ULD Kota Pekalongan Jadi Rujukan Pengembangan Layanan Disabilitas Kota Tegal

Dinilai Baik, ULD Kota Pekalongan Jadi Rujukan Pengembangan Layanan Disabilitas Kota Tegal
Kota Pekalongan – Sebagai upaya memperkuat penyelenggaraan pendidikan inklusif dan meningkatkan kualitas layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal melakukan kunjungan kaji tiru ke Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kota Pekalongan yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan setempat, Rabu (8/7/2026).
Kunjungan tersebut diikuti jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal untuk mempelajari pengelolaan ULD yang telah lebih dahulu berjalan di Kota Pekalongan. Selain melihat sistem layanan, rombongan juga berdiskusi mengenai asesmen, pendampingan satuan pendidikan, peningkatan kapasitas Guru Pendamping Khusus (GPK), hingga kolaborasi lintas sektor.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dewi Umaroh mengatakan Kota Pekalongan dipilih sebagai lokasi kaji tiru karena dinilai berhasil mengembangkan Unit Layanan Disabilitas dengan baik dan menjadi salah satu daerah yang konsisten menghadirkan berbagai praktik baik dalam pendidikan inklusif.
"Kami ingin belajar langsung mengenai program-program yang telah dijalankan ULD Kota Pekalongan untuk menambah pemahaman tentang pengelolaan Unit Layanan Disabilitas. Selain lokasinya dekat dengan Kota Tegal, kami melihat perkembangan ULD Kota Pekalongan sangat baik. Kompetensi para GPK dan edukasi yang mereka lakukan kepada masyarakat menjadi inspirasi bagi kami," katanya.
Ia menuturkan bahwa ULD Kota Tegal yang baru berjalan sekitar tiga bulan, usai kaji tiru ini akan menerapkan secara bertahap berbagai praktik baik yang diperoleh dari hasil kegiatan ini agar layanan yang diberikan semakin optimal dan mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan.
Lebih lanjut, Koordinator ULD Kota Pekalongan, Sherly Imanda Hidayah menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat memperkuat sinergi antardaerah dalam mengembangkan pendidikan inklusif.
"Kami menyambut baik kunjungan ULD Kota Tegal ke ULD Kota Pekalongan. Kegiatan kaji tiru seperti ini menjadi kesempatan untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan berbagi praktik baik dalam penyelenggaraan layanan pendidikan inklusif. Harapannya, kolaborasi antardaerah dapat terus terjalin sehingga kualitas layanan bagi anak berkebutuhan khusus semakin meningkat," ujarnya.
Ia menambahkan, implementasi ULD yang baik membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari satuan pendidikan, guru, orang tua, hingga lintas sektor. Layanan juga tidak hanya berfokus pada asesmen, tetapi mencakup konsultasi, pendampingan, peningkatan kapasitas guru, serta stimulasi sesuai kebutuhan setiap anak.
"Alhamdulillah, sejauh ini ULD Kota Pekalongan telah memberikan manfaat nyata. Pendampingan telah dilakukan mulai jenjang PAUD, SD, SMP hingga SKB. Harapan kami, ULD Kota Pekalongan terus berkembang menjadi pusat layanan yang profesional, mudah diakses, serta mampu memperkuat implementasi pendidikan inklusif sehingga semakin banyak anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, setara, dan sesuai kebutuhannya," pungkasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
Kota Pekalongan – Sebagai upaya memperkuat penyelenggaraan pendidikan inklusif dan meningkatkan kualitas layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal melakukan kunjungan kaji tiru ke Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kota Pekalongan yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan setempat, Rabu (8/7/2026).
Kunjungan tersebut diikuti jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal untuk mempelajari pengelolaan ULD yang telah lebih dahulu berjalan di Kota Pekalongan. Selain melihat sistem layanan, rombongan juga berdiskusi mengenai asesmen, pendampingan satuan pendidikan, peningkatan kapasitas Guru Pendamping Khusus (GPK), hingga kolaborasi lintas sektor.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dewi Umaroh mengatakan Kota Pekalongan dipilih sebagai lokasi kaji tiru karena dinilai berhasil mengembangkan Unit Layanan Disabilitas dengan baik dan menjadi salah satu daerah yang konsisten menghadirkan berbagai praktik baik dalam pendidikan inklusif.
"Kami ingin belajar langsung mengenai program-program yang telah dijalankan ULD Kota Pekalongan untuk menambah pemahaman tentang pengelolaan Unit Layanan Disabilitas. Selain lokasinya dekat dengan Kota Tegal, kami melihat perkembangan ULD Kota Pekalongan sangat baik. Kompetensi para GPK dan edukasi yang mereka lakukan kepada masyarakat menjadi inspirasi bagi kami," katanya.
Ia menuturkan bahwa ULD Kota Tegal yang baru berjalan sekitar tiga bulan, usai kaji tiru ini akan menerapkan secara bertahap berbagai praktik baik yang diperoleh dari hasil kegiatan ini agar layanan yang diberikan semakin optimal dan mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan.
Lebih lanjut, Koordinator ULD Kota Pekalongan, Sherly Imanda Hidayah menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat memperkuat sinergi antardaerah dalam mengembangkan pendidikan inklusif.
"Kami menyambut baik kunjungan ULD Kota Tegal ke ULD Kota Pekalongan. Kegiatan kaji tiru seperti ini menjadi kesempatan untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan berbagi praktik baik dalam penyelenggaraan layanan pendidikan inklusif. Harapannya, kolaborasi antardaerah dapat terus terjalin sehingga kualitas layanan bagi anak berkebutuhan khusus semakin meningkat," ujarnya.
Ia menambahkan, implementasi ULD yang baik membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari satuan pendidikan, guru, orang tua, hingga lintas sektor. Layanan juga tidak hanya berfokus pada asesmen, tetapi mencakup konsultasi, pendampingan, peningkatan kapasitas guru, serta stimulasi sesuai kebutuhan setiap anak.
"Alhamdulillah, sejauh ini ULD Kota Pekalongan telah memberikan manfaat nyata. Pendampingan telah dilakukan mulai jenjang PAUD, SD, SMP hingga SKB. Harapan kami, ULD Kota Pekalongan terus berkembang menjadi pusat layanan yang profesional, mudah diakses, serta mampu memperkuat implementasi pendidikan inklusif sehingga semakin banyak anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, setara, dan sesuai kebutuhannya," pungkasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF