Dindagkop-UKM Dukung Peluang Ekspor Produk Teh Kota Pekalongan

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kota Pekalongan terus mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk terus mengembangkan usaha dan produknya melalui ekspor, salah satunya produk teh untuk dapat dipasarkan hingga ke mancanegara. Hal tersebut disampaikan Kepala Dindagkop UKM Kota Pekalongan, Zainul Hakim, saat menjadi moderator dalam acara Klinik Produk Ekspor Peluang Ekspor Produk Teh ke Mancanegara yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan RI bekerjasama dengan Pemkot Pekalongan di Krakatau Hall Hotel Horison, Rabu siang (15/5/2019).

“Kita tentunya atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Pekalongan mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kepada Kementerian Perdagangan RI melalui Subdit Direktorat Pengembangan produk agro untuk ekspor yang pada hari ini menyelenggarakan kegiatan Seminar Klinik Bisnis Ekspor Produk Teh,” ucap Zainul.

Diungkapkan Zainul, di Kota Pekalongan sendiri telah terdapat beberapa sentra produksi teh yang berkualitas terbaik salah satunya yang berada di kawasan Ahmad Yani maupun di titik-titik lokasi lain yang diharapkan para pelaku UMKM di bidang agro teh ini dapat meningkatkan nilai eksportir di Kota Pekalongan. Lebih lanjut, ia menilai produk teh di Kota Pekalongan sebenarnya memiliki peluang besar untuk bersaing, namun yang menjadi kendala yakni peminat teh dari daerah sendiri masih rendah, sehingga tak jarang para pengusaha teh lebih memilih memasarkan produknya ke luar daerah Kota Pekalongan.

“Oleh karena itu kami hadirkan mereka sebagai peserta dalam upaya mengembangkan produk mereka tidak hanya dipasarkan di dalam negeri maupun di luar negeri. Ini tentunya sesuai target RPJMD Kota Pekalongan hingga 2021 ada peningkatan jumlah eksportir dari berbagai produk unggulan Kota Pekalongan yang tentunya akan berdampak terhadap meningkatnya nilai ekspor dari Kota Pekalongan. Kemudian, setelah isoma ini ada kegiatan konsultasi tanya jawab langsung antara para peserta dan narasumber yang akan ditindaklanjuti dari Kementerian Perdagangan akan mendatangi workshop untuk mengetahui bagaimana pengolahan teh yang ada di Kota Pekalongan.” ungkap Zainul.

Diterangkan Zainul, peluang produk teh di era sekarang memiliki peluang yang sama besarnya dengan produk kopi melihat dengan semakin banyaknya penikmat teh khususnya di kalangan milenial dan menjamurnya outlet-outlet di Kota Pekalongan yang menyediakan berbagai hidangan minuman teh baik teh hijau, teh hitam dan sebagainya. Pihaknya berharap melalui kegiatan ini, para peserta yang merupakan para pengusaha teh di Kota Pekalongan ini, dapat menjadikan materi yang dipaparkan oleh para narasumber yakni Ishartanto dari PT.Tambi Wonosobo dan Rahmat Gunadi dari PT. Pagilaran sebagai pedoman dalam meningkatkan kualitas dan pemasaran produk mereka.

“Harapan besar kami nanti dengan pendekatan metode materi Klinik Bisnis Ekspor ini, bagi para pengusaha teh ini, materi yang disampaikan oleh narasumber dapat menjadi sebuah pedoman untuk meningkatkan produk mereka,” terang Zainul.

Sementara itu, Kasubdit Agro Direktorat Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan RI, Mila K. Bishry menjelaskan Kementerian Perdagangan terus berupaya mendiversifikasi produk teh Indonesia agar semakin bernilai tambah dan berdaya saing untuk memperkuat pasar ekspor komoditas teh.

“Untuk memperkuat industri teh di pasaran global, Kementerian Perdagangan senantiasa mendiversifikasi produk teh Indonesia. Upaya kami salah satunya melalui Klinik Produk Ekspor ini agar membantu mengembalikan kejayaan teh diantara keberadaan produk-produk agro lainnya di pasar global,” jelas Mila.

Mila menyebutkan ekspor teh dari Indonesia ke dunia pada tahun 2017 mencapai 117,938 USD atau meningkat meningkat sekitar 1,04% dibandingkan tahun 2016 yang sebesar 116,746 USD. Data ini menunjukkan produk teh di Indonesia berpotensi masih tumbuh dengan meningkatnya pola konsumsi masyarakat dunia terutama para pecinta teh.

“Di tahun 2016 lalu, Indonesia menduduki peringkat ke-14 negara eksportir the dunia dengan pangsa pasar 1,38 persen dari total ekspor teh dunia. Pasar teh Indonesia masih berpotensi untuk terus dikembangkan karena Indonesia khususnya Kota Pekalongan memiliki teh berkualitas baik dan aroma yang khas yang banyak disukai oleh masyarakat penikmat the,” tutup Mila.