Banjir Melanda, BPBD Segera Lakukan Evakuasi dan Dirikan Dapur Umum

Hujan yang mengguyur Kota Pekalongan dan sekitarnya akhir-akhir ini mengakibatkan beberapa wilayah tergenang banjir. Sekira 70 persen luas wilayah di Kota Pekalongan terendam banjir, diduga akibat meluapnya air sungai dan curah hujan yang cukup tinggi. Tak pelak beberapa rumah warga juga ikut terendam, dan memaksa mereka untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman. 

Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Senin (28/1)  pagi, BPBD kembali mengevakuasi warga Kelurahan Pasirkratonkramat yang terkena banjir. Warga kemudian diungsikan ke Stadion Hoegeng. "Tadi pagi kita lakukan evakuasi, warga kita tempatkan di Stadion Hoegeng," terang Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pekalongan, Priyono. 

Priyono menambahkan, ada beberapa titik pengungsian di Kota Pekalongan. Ia menyebut diantaranya Stadion Hoegeng, Kecamatan Pekalongan Barat, setiap kelurahan, SD Muhammadiyah Bendan. Berkat partisipasi masyarakat ada posko pengungsian yang mendirikan dapur umum. Meski begitu, untuk logistik, BPBD tetap sebagai penyedia. Tidak hanya itu, Markas BPBD juga dirubah menjadi dapur umum. 

Data dari BPBD, hingga saat ini jumlah pengungsi mencapai 3000 jiwa. Semuanya ditempatkan di lebih dari 10 posko pengungsian. Sampai detik ini, BPBD siap jika diminta untuk mengevakuasi, asalkan ada laporan dari masyarakat. "Ya kalau ada permintaan evakuasi kami lekas turun tangan," tutur Priyono. Pihaknya siap menurunkan setidaknya 5 personil dan satu kapal karet besar untuk setiap pengevakuasian.