Aplikasi Situng Permudah Rekapitulasi Suara

Dalam rangka menghindari terjadi kecurangan dalam proses perhitungan dan rekapitulasi suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Rekapitulasi Penghitungan Suara dan Simulasi Aplikasi Situng Pemilu 2019 yang berlangsung  di Krakatau Hall Hotel Horison Kota Pekalongan, Kamis (11/4/2019).

Simulasi ini diberikan kepada para Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 4 kecamatan se-Kota Pekalongan yang dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mereka dalam proses perhitungan suara saat hari pemungutan berlangsung.

Ketua KPU Kota Pekalongan, Rahmi Rosyada Toha menuturkan Aplikasi Situng (Sistem Informasi Penghitung Suara) merupakan suatu program yang dipersiapkan oleh KPU RI untuk memastikan proses pemungutan dan rekapitulasi penghitungan suara berlangsung secara terbuka dan faktual.

“Hari ini kita melaksanakan Bimtek PPK untuk kegiatan rekapitulasi penghitungan suara dan simulasi aplikasi Situng yang sebelumnya sudah dilakukan dua kali Bimtek PPK bersama dengan PPS berkaitan dengan pungutan hitung di TPS dan simulasi di TPS yg real dan Bimtek KPPS untuk masing-masing kelurahan, kemudian masing-masing PPK menjadwalkan simulasi ke PPS di wilayahnya. Sistem aplikasi penghitungan suara untuk pemilu 2019 ini adalah suatu program yang betul-betul serius dipersiapkan KPU RI,”tutur Rahmi.

Diterangkan Rahmi, KPU Kota Pekalongan telah melakukan simulasi aplikasi Situng di 25% dari total C1 TPS yang disusul dengan 50% dan terakhir hingga tanggal 10 April 2019 telah mencapai 100% dengan merekrut 27 orang operator yang akan membantu kinerja KPU nanti dalam memindai proses penghitungan suara cepat dan memberikan laporan cepat yang dikirim ke KPU RI.

Menurut Rahmi, keunggulan aplikasi Situng ini adalah hasil penghitungan suara para peserta pemilu dapat diketahui secara cepat, pergerakan hasil datanya up to date dan dapat diketahui masyarakat secara transparan.

“Pelaporan C1 pertama yang sangat cepat, up date, apa adanya dari TPS ke KPU RI. Keunggulannya adalah secara nasional akan segera diketahui kira-kira penghitungan dari KPU dan jajaran dibawahnya sudah ada gambaran para peserta pemilu posisinya seperti apa dan dapat diakses oleh masyarakat secara umum. Di Kota Pekalongan bisa disaksikan di Aula KPU Kota Pekalongan yang pergerakannya dapat dilihat,” terang Rahmi.

Dijelaskan Rahmi, terkait penghitungan cepat melalui Situng ini pada pemilu sebelumnya tercatat Kota Pekalongan tercepat ke-3 di Indonesia dan yang tercepat pertama di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Saat ini kami sedang mempersiapkan untuk distribusi logistik, masih ada satu dua item logistik yang belum terpenuhi, tapi kami optimis sebelum tahapan distribusi, kami sudah bisa terima dan selesaikan sehingga pada tanggal 13-15 sesuai jadwal  kita bisa distribusikan semua logistrik ke masing-masing PPN dan PPK segera distribusikan ke masing-masing TPS tanggal 16-17.

Rahmi menambahkan bahwa dalam aplikasi Situng ini  selain hasilnya dapat diketahui secara cepat, aplikasi ini memiliki kemampuan untuk  mendeteksi kesalahan atau dapat dievaluasi apabila terdapat kesalahan penghitungan secara otomatis.

“Proses pemindaian Situng ini dari dipindai kemudian dilaporkan secara online ke KPU RI ada securitas berlapis lapis, setiap 30 detik kode id operator akan diganti. Kami pastikan proses ini akan aman dari hacker,” pungkas Rahmi.

Dalam bimtek tersebut, bertindak sebagai narasumber yaitu Komisioner KPU Kota Pekalongan Divisi Teknis Penyelenggaraan, Muhammad Bilal yang memaparkan mengenai mekanisme atau tata cara rekapitulasi perhitungan suara dan studi kasus saat perhitungan suara berlangsung.

“Apabila pada saat pemungutan suara ditemukan surat suara yang tertukar dengan surat suara dari Dapil lainnya, ketua KPPS mengumpulkan dan menghitung jumlah surat suara tersebut untuk dikategorikan sebagai surat suara yang tidak terpakai, serta dicatat sebagai kejadian khusus dalam Formulir Model C2-KPU,” papar Bilal.